Obat Tradisional Ampuh Atasi Kista, Miom dan sejenisnya

“Kamu menderita KISTA!!!” begitu vonis seorang dokter ahli kandungan pada seorang perempuan bernama Nurjanah. Wanita muda, yang baru menikah 4 tahun ini dan belum dikaruniai anak ini, sontak jadi panik. Lebih panik lagi ketika dokter bersangkutan memberinya rekomendasi agar kista tersebut segera dioperasi. Bayangkan, seorang wanita muda, baru menikah empat tahun, belum punya anak, tidak ada pengetahuan tentang penyakit bernama kista, harus menjalani operasi sekitar indung telur. Bayangkan! Pasti terlintas di otaknya dia tidak akan punya anak lagi. Karena kista berada di indung telurnya. Si dokter tidak memberi penjelasan detil tentang kista, yang sebenarnya ada dua jenis, yaitu kista neoplastis dan non-neoplastis. Tidak semua jenis kista harus diangkat melalui jalan pembedahan.

Lebih Jauh dengan kista

Kista adalah tumor jinak (yang terbungkus selaput semacam jaringan) di organ reproduksi perempuan yang paling sering ditemui. Bentuknya kistik, berisi cairan kental, dan ada pula yang berbentuk anggur. Kista juga ada yang berisi udara, cairan, nanah, ataupun bahan-bahan lainnya.

Kumpulan sel-sel tumor itu terpisah dengan jaringan normal di sekitarnya dan tidak dapat menyebar ke bagian tubuh lain. Itulah sebabnya tumor jinak relatif mudah diangkat dengan jalan pembedahan, dan tidak membahayakan kesehatan penderitanya.

Berdasarkan tingkat keganasannya, kista terbagi dua, yaitu non-neoplastik dan neoplastik. Kista non-neoplastik sifatnya jinak dan biasanya akan mengempis sendiri setelah 2 hingga 3 bulan. Sementara kista neoplastik umumnya harus dioperasi, namun hal itu pun tergantung pada ukuran dan sifatnya.
Selain pada ovarium kista juga dapat tumbuh di vagina dan di daerah vulva (bagian luar alat kelamin perempuan). Kista yang tumbuh di daerah vagina, antara lain inklusi, duktus gartner, endometriosis, dan adenosis. Sedangkan kista yang tumbuh di daerah vulva, antara lain pada kelenjar bartholini, kelenjar sebasea serta inklusi epidermal.

Kista yang bentuknya seperti kantung-kantung berisi caritan ini sebenarnya merupakan hasil ovulasi (pelepasan sel telur dari ovarium) yang normal terjadi setiap bulan saat seorang perempuan mengalami menstruasi. Kista itu biasanya akan menghilang dengan sendirinya. Namun, kadangkala, kista tersebut bisa saja justru terus berkembang dan semakin membesar. Bahkan, muncul kista-kista lain yang tidak ada kaitannya dengan proses ovulasi. Kista seperti inilah yang perlu diwaspadai sehingga dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui apakah berbahaya atau tidak, serta menentukan penanganan yang harus dilakukan. Kista yang normal (fisiologis) dengan tidak (patologis) bisa dilihat dari diameternya melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG).

Kista yang fisiologis berdiameter kurang dari lima sentimeter dan bukan cairan biasa, misalnya yang terjadi pada kista endometriosis. Kista yang fisiologis umumnya akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu tiga bulan.

Pada Kista patologis, pembesaran bisa terjadi relatif cepat, yang kadang tidak disadari si penderita. Karena, kista tersebut sering muncul tanpa gejala seperti penyakit umumnya. Itu sebabnya diagnosa awalnya agak sulit dilakukan. Gejala-gejala seperti perut yang agak membuncit serta bagian bawah perut yang terasa tidak enak biasanya baru dirasakan saat ukurannya sudah cukup besar. Jika sudah demikian biasanya perlu dilakukan tindakan pengangkatan melalui proses laparoskopi, sehingga tidak perlu dilakukan pengirisan di bagian perut penderita. Setelah diangkat, pemeriksaan rutin tetap perlu dilakukan untuk mengetahui apakah kista itu akan muncul kembali atau tidak.

Selain pengobatan medik kedokteran, saat ini pengobatan alternatif juga telah bisa menjangkau. Pengobatan alternatif seperti refleksi, akupuntur, dan tanaman obat telah terbukti mampu menangani kasus Kista. tentu harus ditangani oleh praktisi pengobatan yang ahli di bidangnya.

Penanganan lebih safe kami sarankan menggunakan tanaman obat. Ada beberapa jenis tanaman yang bisa digunakan untuk mengobati kista, baik neoplastis maupun non-neoplastis. Kunyit putih, daun dewa, umbi dewa, mahkota dewa, lidah ular putih, benalu jeruk nipir dan teh, rumput mutiara, dan remak daging, cukup mujarab menghilangkan kista.

Berikut ini beberapa resep/ramuan tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi kista:

60 gram temu putih segar + 15 gram sambiloto kering atau 30 gram yang segar, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum dua kali sehari, setiap kali minum 150 cc.

30 gram daun dewa segar + 50 gram temu mangga + 5 gram daging buah mahkota dewa kering, direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum untuk dua kali sehari, setiap kali minum 200 cc.

60 gram benalu yang hidup di pohon teh + 30 gram rumput mutiara atau rumput lidah ular kembang putih, direbus dengan 800 cc air hingga tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum untuk dua kali sehari, setiap kali minum 200 cc.

5 gram sarang tawon (bagian tangkai), 20 gram kunyit putih, 10 gram adas pulowaras direbus dengan 300 cc air, didihkan hingga 150 cc. Bagi dua, minum 2 kali sehari, selama 1 minggu. Yang perlu diperhatikan jika menggunakan ramuan ini tidak boleh terkena logam seperti sendok. merebusnya juga tidak boleh menggunakan panci logam, sebaiknya gunakan kendil atau panci kaca.

Kami juga menyediakan satu ramuan khusus untuk mengatasi kista, ramuan ini terdiri dari lebih 40 jenis tanaman obat dengan komposisi seimbang dengan harga sangat murah, hanya Rp 40.000 per bungkus (plastik bening). Jamu ini bisa digunakan untuk 10 hari, dengan minum 3 kali sehari.

Untuk informasi lebih lanjut hubungi 0818412673/021-7183945.

Pemesanan via online minimal 3 bungkus. Harga belum termasuk ongkos kirim via JNE

Jamu akan dikirim jika sudah ada bukti transfer atau bukti setortunai.
Pembayaran bisa dilakukan di :

Norek BCA : 5015168088 a/n Rupiningsih

Atau kirim wesel pos ke: Joko Setiatno, Jl Bangka raya RT 013/05 No. 2, Pela Mampang Jakarta Selatan. Setelah wesel terkirim segera SMS kan Pin dan bukti kirimnya ke 0818412673.

About ahlijamu

Saya adalah peracik jamu tradisional Jawa asli. Saya lahir di Klaten, sebelah Timur Gunung Merapi, dari keluarga pengobat tradisional.

Posted on Desember 28, 2010, in Pengobatan Alternatif. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Dua hari lalu ada teman yang harus “kembali” menghadap Illahi setelah melakukan operasi pengangkatan kista di sebuah rumah sakit di Bekasi. Padahal, jika saja dia tidak melakukan operasi itu, barangkali masih bisa ditolong. Tapi, sudahlah. Itu takdir Illahi yang tak terbantahkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s