Kop Sebuah Teknik Pengobatan Kuno

oleh Klampis Ireng

Kop maupun bekam merupakan pengobatan yang telah ada sejak jaman dahulu. Pada pengobatan tradisional Timur Kop adalah andalan untuk pengobatan berbagai penyakit, terutama akibat gangguan cuaca. Teknik ini kemudoian dikebangkan terus dan digabungkan dengan beberapa t eknik pengobatan Timur lain. Teknik yang banyak digunakan adalah gabungan antara teknik Kop dengan Totok Syaraf. Penggabungan dua teknik ini memungkinkan Kop untuk mengobati berbagai penyakit.

Teknik ini kemudian juga dikembangkan oleh teknik pengobatan Islam. Teknik yang digunakan adalah penggabungan antara teknik Kop dengan teknik Totok Syaraf. Hanya bedanya, pada teknik Islami ini — kemudian dikenal dengan Teknik Bekam — adalah dengan mengeluarkan darah kotor atau darah beku, yang dianggap sebagai biang penyakit. Dengan media Kop itu darah kotor atau darah beku disedot keluar kulit. Bekam mengeluarkan darah kotor dari kepala, badan, dan anggota tubuh lainnya dengan alat bekam.

Islam sangat menganjurkan pengobatan dengan teknik bekam, bahkan Rasulullah pernah mengajarkan teknik ini. Rasulullah sendiri pernah melakukan beka dan memberikan upah kepada tukang bekam. Rasulullah, seperti diriwayatkan dalam hadist Abu Dawud no. 3857 dan Ibnu Majah no. 3476, al-Hakim IV/410, Ahmad II/342 dari Abu Hurairah, bersabda “sesungguhnya sebaik-baik apa yang kalian lakukan untuk mengobati penyakit adalah dengan melakukan bekam”.

Rasulullah juga engatakan waktu terbaik untuk melakukan bekam pada tanggal 17, 19, dan 21 (bulan Hijriyyah), “maka akan menyembuhkan setiap penyakit”. Dan, hari yang paling baik adalah hari Senin, Selasa, dan Kamis. Sebaiknya menghindari empat hari lainnya.

Titik-titik Kop dan Bekam sama. Pada dasarnya ada 18 titik di punggung dan beberapa titik di wajah, lengan, atau kaki. Ada beberapa ahli yang menghindari Kop atau Bekam di dada dan perut, tetapi tidak sedikit yang tetap melakukan Kop atau Bekam di titik-titik syaraf bagian tersebut.

Orang Jawa biasa melakukan teknik kop untuk mengobati berbagai penyakit, terutama yang disebabkan oleh angin. Kop sangat manjur untuk mengurangi penderita masuk angin, pegel linu, rematik, dan asam urat. Pada perkembangan selanjutnya, dipadu dengan berbagai teknik pengobatan lain, kop oleh para juru kop juga dimanfaatkan untuk membakar lemak pada orang yang mengalami kegemukan. Pendeknya kop digunakan untuk mengurangi timbunan lemak di badan.

Kop juga digunakan untuk mengurangi beban penderita penyakit lever dengan gejala perut kembung.

Alangkah baiknya jika setelah badan dikop atau dibekam, kita engkonsumsi jamu atau obat herbal lainnya yang bersifat hangat. Klampis Ireng menyediakan berbagai racikan jamu dan bahan jamu (herbal) yang sangat membantu memulihkan kondisi badan. Ramuan dasar yang kai sarankan untuk dikonsumsi setelah kop/ bekam adalah.

1. Jahe (1 ons), temu lawak (2 ons), daun sembung (30 gram), daun tempuyung (25 gram), adas pulo waras (10 gram), lempuyang (1 ons), sambiloto (1/2 ons), dan cabe jamu (3 buah). Rebus dengan 1 liter air minum setelah elakukan kop/bekam lalu pada pagi dan malam hari.

2. Akar alang-alang 10 gram, kayu manis cina seruas jari, temu lawak 1 ons, jahe 1 0ns, adas pulo waras 10 gram, jinten hitam 5 gram, kapolaga 7 butir, gula batu secukupnya. Rebus dengan 1 liter air didihkan dan tinggal 1/2 liter. Minum beberapa saat setelah kop/bekam, lalu minum 3 hari berturut-turut pagi sebelum sarapan dan malam sebelum tidur.

Untuk mencoba pengobatan dengan teknik ini bisa hubungi Klampis Ireng 0818 412 673. Atau datang ke Jl. Bangka Raya Rt.013/05 No. 2, Pela Mampang Jakarta Selatan (021-7183945).
Kami juga siap mendatangi tempat Anda dengan perjanjian (sementara untuk wilayah Jaksel, Jaktim, dan Depok. Dengan tarif Rp 150.000 per orang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 148 pengikut lainnya.